Mahasiswa KPI Menjadi Juara Favorit Vlog Competition BI NETIFEST 2019

  • 14
    Shares

Mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN Suka) tidak berhenti berkarya dan membuktikan eksistensinya. Kali ini datang dari tim “Gasin” yang meraih penghargaan dari Bank Indonesia sebagai juara Favorit Vlog Competition BI NETIFEST 2019. Penghargaan tersebut diberikan pada malam puncak BI NETIFEST mengalahkan 450 peserta cabang vlog yang diselenggarakan di Museum Bank Indonesia(1/03/2019).

Tim “Gasin” beranggotakan Hero Patria Nusantara, Muhamad Ripai, Jausan Nabila K, Nanda Mardiatus Sifa, Anisa Hidayati. Merupakan mahasiswa KPI UIN Suka angkatan 2016 yang tidak letih dalam berkarya. Penghargaan ini merupakan penghargaan pertama setelah berkali-kali gagal dalam ajang videografi yang pernah mereka ikuti.

Berbagai Perlombaan yang pernah mereka ikuti sebelumnya. Diantaranya iklan layanan masyarakat yang diadakan Grab menang juara 7. Iklan layanan masyarakat yang diadakan kemenag dan baru ajang BI NETIFEST ini kami menang, papar Hero.

Sesuai dengan nama “Gasin” yang muncul dari gagasan sederhana. Nama yang diberikan supaya kita kalau berkarya harus jawab “gas” terus, jadilah “Gasin”. Pencapaian ini bukan titik akhir perjuangan untuk berkarya akan tetapi sebagai langkah awal untuk maju terus, papar Jausan.

Bank Indonesia yang bekerjasama dengan Metrotv dalam ajang ini mengusung tema Ekonomi Digital dan Perlindungan Konsumen. Nah dalam menghasilkan sebuah karya mereka membagi tim menjadi tim riset dan naskah, serta tim konten.Tim riset dan naskah beranggotakan Jausan, Nanda dan Anisa. Sedangkan  tim konsep Hero dan Ripai.

Sebuah karya yang baik dibutuhkan riset yang mendalam dan objektif. Dalam melaksanakan pekerjaan ini banyak kendala yang mereka alami. Sulitnya mencari sumber yang kredibel tentang perlindungan konsumen untuk Bank Indonesia. Anggota yang sakit. Dalam Pelaksanaan bingung menentukan tempat take, pengulangan take agar menghasilkan karya yang baik, papar Jausan.

Nanda memaparkan, Tahapan riset yang mereka lakukan sangat panjang. Dimulai  dari mencaraitahu bahan yang ada di lapangan mengenai apa yang akan kita bahas di vlog.  Kami mengambil salah satu tema tentang perlindungan konsumen, dari situlah kami mulai menggali informasi lebih dalam lagi. Setelah berbagai data kami temukan tahapan selanjutnya kami merancang naskah. Naskah ini dijadikan acuan dalam pembuatan vlog tersebut dari mulai judul, narasi, isi, gimik.

Riset kami lakukan selama dua minggu, dan melanjutkan pembuatan naskah. Setelah naskah siap lalu kami lanjutkan reading naskah. Setelah reading kami laukan revisi sekali dan baru memulai pengambilan vlog. Yunisara Pane ditunjuk sebagai pengisi dalam vlog ini. Dengan mengusung vlog semi komedi. Pemilihan karakter ini membutuhkan pertimbangan yang panjang agar isi dari informasi dapat tersampaikan, papar Hero.

Kendala juga dialami dalam proses editing karena tidak adanya perangkat komputer yang memadai. Alhasil mereka meminta izin kepada pihak pengelola Pusat Pengembangan Teknologi Dakwah (PPTD). Kebetulan diwakili oleh Ansor karena pengelolanya teteh Euis bekerja di TU Fakultas Dakwah.

Proyek ini menghabiskan biaya 0 rupiah karena peralatan yang mereka gunakan telah mereka miliki. Serta mereka gunakan peralatan lighting dan komputer PPTD. Selanjutnya mereka akan terus berkonsisten dalam bidang videografi dengan membentuk “Gasin Projek” untuk video dan Gassin MUA untuk photo, papar Hero.

Reporter : Mohamad Hasan As’adi, Mahasiswa KPI UIN Suka

 

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *