Serba-Serbi Hari Raya Nyepi

Hari raya nyepi di Indonesia berjalan dengan hikmat. Indonesia sebagai negara yang kaya akan keragaman.  Dimulai dari keberagaman suku, adat, bahasa, sampai agama. Dalam peneliatian yang dialkukan oleh Pew Research pada tahun 2010 menunjukkan bahwa Indonesia menepati urutan pertama dengan jumlah populasi muslim terbanyak. Meskipun demikian, agama lain mendapatkan porsi kebebasan yang sama dalam beragama.

Jika umat muslim mengenal istilah muharaman untuk memperingati tahun baru islam, maka umat Hindu memiliki hari raya Nyepi untuk memperingati tahun barunya. Hari Nyepi itu jatuh pada tanggal 7 Maret berdasarkan kepada penanggalan/kalender caka yang dimulai sejak tahun 78 Masehi. Tahukah kamu, apa saja hal yang berkaitan dengan Hari Raya Nyepi ? Yuk simak keterangan berikut.

  • Hari Nyepi hanya ada di Indonesia.

Hari nyepi  adalah Hari Tahun Baru dalam kalender Bali. Sistem penanggalan Saka yang menggunakan sistem penanggalan berdasarkan bulan dan hampir mirip perhitungannya dengan kalender Gregorian. Perayaan nyepi ini biasanya ada di Bali dan juga daerah sekitarnya, misalnya wilayah Kabupaten Probolinggo dan Pasuruan, Jawa Timur.

  •  Terdapat Catur Brata Penyepian

Jika biasanya tahun baru dirayakan dengan gagap gempita dan meriah, masyarakat Hindu di Bali malah mengisinya dengan hal yang sebaliknya. Mereka harus berdiam diri, berkontemplasi dan tidak melakukan aktifitas yang lain. Bahkan semua pelayanan umum pun ikut tidak beroperasi. Mereka harus mengikuti Catut Brata Penyepian, yaitu amat geni (tidak menyalakan api atau penerangan), amati karya (tidak bekerja), amati lelungan (tidak bepergian), amati lelanguan (tidak mengakses hiburan).  Dengan kata lain, umat Hindu hanya melaksanakan tapa, yoga dan semedi.

  • Perayaan dilaksanakan oleh semua umat beragama

Perayaan Hari Nyepi yang ada di Bali ternyata diikuti juga oleh umat agmaa yang lain seperti Islam, Budha dan juga Kristen. Bahkan untuk para tamu dna juga pendatang diharuskan mengikuti catur brata. Semua tidak diperbolehkan untuk menyalakan lampu, tidak bekerja, tidak keluar rumah dan juga tidak membuat kegaduhan. Meskipun demikian, masalah ibadah masih ditoleransi, apabila hari nyepi jatuh pada hari jumat, maka umat islam diperbolehkan untuk ke masjid melaksanakan sholat. Peringatan hari Nyepi yang ada di Indonesia ini juga menjadi inspirasi untuk “World Silent Day” yang dibentuk oleh PBB.

  • Makna Nyepi menyelami Diri dan Intropeksi

Hari Nyepi digunakan sebagai momen untuk berdialog dengan Sang Widi, mengucapkan syukur atas segala kenikmatan yang telah dirasakan selama satu tahun berlalu. Selain itu juga nyepi berarti melihat kembali kepada diri sendiri apa yang sudah dikerjakan, apa yang sudah dicapai, apa yang menjadi kekurang serta rencana-rencana kedepan.

  • Bisa menghemat energi listrik dan Solar.

Menurut data dari balipedia.id, manfaat dari hari raya nyepi adalah dalam sehari, Bali dapat  menghemat Listrik sebanyak 60%, jika dirupiahkan sekitar Rp. 4 miliar, atau sekitar 290 megawatt (MW).  Selain Listrik, Bali juga menghemat bahan bakar solar sebanyak 500.000 liter atau sebesar Rp. 3 miliar. Ini akibat pengistirahatan 2 Pembangkit listrik di Bali. Kedua pembangkit yang distop operasinya tersebut yakni Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Pemaron yang biasa menghasilkan listrik sebesar 80 MW dan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG).

 

Itulah sebagian serba-serbi dari hari Nyepi

Penulis : Ira Shafira Mastura

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *